Rakyat Merdeka Online

Share |
Pertamina Tanggung Rugi Rp 3,14 T
Proyek Kilang Indramayu Terganjal Harga Tanah
Kamis, 16 Februari 2012 , 08:00:00 WIB

ILUSTRASI, KILANG
  

RMOL.PT Pertamina (Persero) mem­pro­yeksikan total kerugian pada 2012 sebesar Rp 3,14 triliun dari hasil penjualan LPG (gas alam cair) non subsidi, terma­suk dari penjualan LPG tabung 12 kilo­gram (kg) dan 50 kg.

Ber­da­sarkan data Pertamina, per­seroan memproyeksikan pen­da­patan dari penjualan LPG non­­ sub­sidi selama 2012 sebe­sar Rp 7,71 triliun. Namun bia­ya pe­nga­daan dan operasio­nalnya men­capai Rp 10,85 triliun, se­hingga diperoleh rugi Rp 3,14 triliun.

Sementara penjualan BBM subsidi tahun ini dipro­yek­sikan meraih laba. Dalam RKAP (ren­cana kerja anggaran peru­sa­haan) 2012, pendapatan diper­kirakan mencapai Rp 233,46 triliun, sedangkan biaya penga­daan dan operasionalnya sebe­sar Rp 232,97 triliun. Artinya, masih diperoleh laba sebesar Rp 490 miliar.

Untuk bisnis hilir selanjutnya, yakni penjualan LPG subsidi tabung 3 kg juga diproyeksi meraih laba. Dalam RKAP 2012, pendapatan diperkirakan Rp 33,84 triliun. Sementara biaya pengadaan dan opera­sional­nya sebesar Rp 31,69 triliun. Artinya, diperoleh laba Rp 2,15 triliun.

Direktur Keuangan Perta­mina Andri T. Hidayat menga­takan, dalam RKAP 2012, pihak­nya menargetkan total pendapatan usaha Rp 527,13 triliun dan be­ban usaha Rp 483,79 triliun, se­hingga diper­oleh laba usaha sebesar Rp 43,34 triliun.

“Setelah dikurangi beban lain-lain Rp 1,92 triliun dan pajak Rp 17,93 triliun, laba bersih 2012 diperkirakan Rp 23,5 triliun,” ujar Andri dalam ra­pat dengar pendapat dengan Ko­misi VII DPR, Selasa malam (14/2).

Menurut Andri, selama 2011, Pertamina mengalami kerugian total Rp 4,27 triliun, terdiri dari rugi akibat penjualan BBM sub­sidi Rp 460 miliar dan akibat penjualan LPG non subsidi Rp 3,81 triliun. Adapun pendapatan dari penjualan BBM subsidi selama 2011 Rp 288,45 triliun. Namun, biaya pengadaan dan opera­sionalnya mencapai Rp 288,91 triliun sehingga persero­an menga­lami rugi Rp 460 mi­liar. Rea­lisasi rugi ini jauh dari RKAP 2011 yang ditargetkan mem­peroleh laba sebesar Rp 760 miliar.

Terganjal Tanah

Menyangkut rencana pem­bangunan kilang BBM, Vice President Corporate Com­mu­nication Pertamina Mocha­mad Harun mengatakan, inves­tor yang ingin menanamkan modal merasa iklim di Indramayu ku­rang kon­dusif karena harga tanah yang sangat mahal.

“Semula harga tanahnya seki­tar Rp 50 ribu per meter, pas mau kita beli harganya menjadi Rp 3,5 juta per meternya. Ini kan nggak masuk akal,” keluhnya.

Harun menyayangkan sikap penduduk Indramayu yang me­matok harga terlalu tinggi. Dia menilai, jika hal ini terus ber­lanjut, justru daerah tersebut yang rugi. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Kapitalisme Semu, MP3EI Bentangkan Karpet Merah untuk Pengusaha
Proyek Pemerintah, MP3EI, Berpotensi Rugikan Rakyat Kecil
BUMN & PNS Resmi Dilarang Beli Bensin
Miss Hyman Chu Ramaikan Hongkong Lifestyle Expo di Jakarta
MP3EI akan Maksimal Jika Sukubunga BI Diturunkan

Komentar (0)

Nama
Judul
Komentar

Wow, Putin Balik Maning!

Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu


Kabinet Indonesia Berduka


Merencanakan Keuangan Untuk Liburan


 

Lupakan Tragedi 2008

Jelang duel final Liga Champions lawan tuan rumah Bayern Muenchen di Allian ...

 

Spanyol Incar Juara Beruntun 3 Kompetisi Akbar

Tim Matador, julukan Spanyol memiliki misi khusus pada Euro 2012, Juni, men ...

 

Rossi Ngarep Bawa Aspal Le Mans

Meski performa motornya be­lum sempurna, Valentino Rossi masih mempunyai h ...

 

Dipecat Liverpool, Dalglish Legowo

Karier kepelatihan Kenny Dalglish bersama Liverpool harus berakhir tragis. ...